Obelix Village: Tempat Wisata Keluarga Yang Komplit dengan Kebun Binatang Mini, Taman, dan Restoran

Hello pecinta piknik, kami ingin membagikan pengalaman kami berkunjung ke suatu tempat wisata baru, bahkan untuk pengerjaannya belum 100% selesai. Walaupun begitu tidak mengganggu penggunjung yang datang kok. Oh iya, sebelum lanjut review, kali ini kami piknik bersama salah satu tour terbaik di Yogyakarta nih. Tournya bernama Tripsona tour and travel, krunya asik, komunikatif, dan menyenangkan. Kalau kamu ingin liburan di Yogya bisa banget hubungi tour kecintaan kami nih dijamin kalian tidak akan nyesel! Oke lanjut yah. Tempat ini bernama Obelix Village. Dari segi namanya pasti langsung terpikirkan salah satu tempat yang sudah ada sebelumnya. Yap tempat ini masih satu management dengan Obelix Hills. Kalau Obelix Hills menyajikan wisata alam dengan pemandangan sunset yang bisa dilihat dari ketinggian. Kalau Obelix Village ini menyuguhkan tempat yang alami dengan konsep back to nature. Tanah seluas 4 hektar ini memang sengaja dibuat untuk tempat wisata keluarga. Jadi di dalam Obelix Village ini terdapat mini farm, little zoo, kafe, rumah makan, dan masih banyak lagi.

Obelix Village ini beralamat di Jalan Kenangan, Krandon, Pandowoharjo, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55512, Indonesia. Jam buka setiap hari senin-minggu mulai pukul 08.00-21.00. Harga tiket masuk untuk weekday Rp.20.000 dan weekend Rp.25.000. Kemungkinan untuk bulan-bulan selanjutnya akan ada kenaikan harga tiket masuk, kalaupun naik pasti tidak akan banyak kok.

Setelah masuk ke pintu masuk, kami disuguhi halaman yang begitu luas dan indah. Eits jangan lupa pakai sunblock ya biar kulitmu tidak terbakar soalnya cuaca diluar sedang panas banget. Walaupun terik matahari sedang memancarkan auranya, namun semangat kami untuk menjelajah di tempat ini tidak akan surut karena sebenarnya banyak tempat-tempat untuk berteduh. Mereka juga menyediakan tempat duduk bagi pengunjungnya untuk sekedar bersantai di halaman ini.

Obelix Village 1

Di Obelix Village tersedia beberapa hewan yang unik. Jujur kamipun baru kali ini melihat hewan tersebut. Salah satunya ada burung merpati kipas. Yang menjadi pembeda dari burung merpati yang lainnya adalah jumlah bulu yang terdapat di badannya. Bulu ini lebih lebat dari burung merpati lainnya. Bahkan pada kakinya, burung merpati kipas ini terdapat bulu yang lebat. Burung merpati ekor kipas ini mempunyai nama ilmiah Columbia livia. Burung merpati ekor kipas ini mempunyai kelebihan daripada burung yang lain yaitu ia mampu terbang sejauh 65-80 km/jam bahkan bisa terbang hingga 965 km perharinya. Ternyata burung ini kecil-kecil cabe rawit ya. Burung merpati kipas ini termasuk jenis burung yang mudah untuk dikembangbiakan karena memiliki siklus bertelur yang lumayan cepat sekitar 1,5 bulan sekali. Untuk makanannya juga tidak sulit kok cukup diberi milet, kacang hijau, atau gandum. Untuk jenis merpati kipas di Indonesia minimal sudah ada 3 jenis, yaitu merpati kipas Indian fantail, merpati kipas American fantail, dan merpati kipas English fantail. Nah untuk yang ada di Obelix ini kata petugasnya berjenis Indian fantail. Untuk harga dari burung ini tentunya beraneka ragam ya, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung besar kecilnya burung tersebut.

Obelix Village 3

Selain burung merpati kipas juga terdapat beberapa jenis ayam diantaranya ayam brahma, ayam polan, dan kalkun. Nah dari ketiga ayam tersebut ada perbedaannya nih yaitu ayam brahma mempunyai ciri-ciri terdapat bulu dalam kakinya. Sebagian besar ayam tidak mempunyai bulu di kakinya, namun ayam brahma ini mempunyai bulu di kakinya. Selain itu beratnya juga melebihi dari ayam yang lain yaitu sekitar 5-7 kg per ekor. Tak heran untuk harga dari ayam brahma tersebut juga terbilang mahal sekitar 1-2 juta per ekor. Sedangkan ayam polan mempunyai ciri-ciri mempunyai jambul atau mahkota bulu pada kepalanya bahkan bulu tersebut dapat menutupi matanya hingga tidak terlihat. Ukuran dari ayam tersebut tidak lebih besar dari ayam kampung namun keunikan tersebut membuat daya tarik tersendiri bagi pecinta ayam. Harga dari ayam polan jauh lebih murah dari ayam brahma yaitu sekitar 300-500 ribu/ekor tergantung kualitas dari ayam tersebut. Sedangkan ayam kalkun merupakan jenis unggas terbesar yang berada di lokasi tersebut.

Obelix Village 4

Terdapat juga kuda poni dengan ukuran sedang. Kuda ini bisa di tumpangi oleh anak-anak. Maksimal berat untuk menumpangi kuda poni tersebut adalah 40 kg. Jadi kuda poni ini hanya dikhususkan untuk anak-anaknya ya. Obelix village mempunyai 6 kuda poni yang siap untuk mengantarkan anak-anak buat jalan-jalan di area yang telah disediakan. Kuda poni tersebut berumur 5-7 tahun, yang merupakan usia produktif untuk hewan tersebut. Binatang yang lain yang terdapat Obelix Village yaitu angsa dan bebek. Hayo siapa yang tidak bisa membedakan angsa dan bebek angkat tangan? Hihi, bedanya kalau angsa itu yang lehernya panjang dan tinggi, sedangkan yang bebek itu yang pendek lehernya dan kakinya juga pendek. Ya memang binatang tersebut serupa namun tak sama.

Obelix Village 5

Ada pula sapi dan kambing yang dirawat dengan sepenuh hati. Terbukti lewat badannya yang bersih dan sangat nurut pada perawatnya. Nah terdapat pula aneka burung yang terdapat dalam satu rumah yang besar. Pengunjung dapat masuk dalam rumah burung tersebut. Tenang tempatnya bersih kok dan tidak bau karena selalu dibersihkan secara rutin. Jenis burung disini beraneka ragam mulai dari Lovebird, African grey parrot, dan burung puyuh. Burungnya berwarna-warni dengan corak dan keunikan yang berbeda. Bahkan dahulu harga burung Lovebird melambung tinggi. Namun seiring berjalannya waktu harga tersebut kian menurun bahkan merosot tajam. Tak heran banyak budidayawan yang merugi akibat banyak menampung Lovebird namun pada akhirnya harganya tidak sesuai yang diperkirakan. Memang untuk merawat Lovebird sedikit susah maka tak sedikit orang yang gagal dalam merawat lovebird dan pada akhirnya Lovebirdnya mati. Untuk African grey parrot termasuk jenis burung paruh bengkok yang pintar. Karena burung tersebut dapat dilatih berbicara bahkan bisa menghafal nama-nama warna dan angka. Bahkan untuk melatihnya juga tergolong mudah, apalagi dilatih sejak masih kecil karena burung ini termasuk burung yang nurut.

Obelix Village 6

Oh iya disekitar rumah burung tersebut juga terdapat kelinci dan hamster lho. Pengunjungpun dapat bermain dengan kelinci dan hamster tersebut. Biasanya para orang tua memberikan ruang untuk anak-anaknya bisa berinteraksi dengan kelinci dan hamster. Hal ini bertujuan agar anak-anak itu tidak takut pada hewan dan bisa sayang dengan binatang. Tak hanya binatang darat yang nempati kebun Obelix Village namun juga ada ratusan ikan yang sedang asik berenang di wilayahnya. Ikan tersebut menghiasi sudut lokasi di area rumah makan Kopi ponti dan sekitarnya. Ada beberapa jenis ikan di tempat ini salah satunya ikan koi. Kalau sore hari tempat ini selalu jadi pilihan nomor satu bagi pengunjung untuk sekedar menikmati sunset. Disediakan beberapa beanbag yang dapat dipakai pengunjung kapan saja.

Obelix Village 7

Salah satu keunggulan Obelix Village yang lain adalah terdapat sungai dengan aliran airnya cukup deras. Sungai ini bernama Sungai Denggung. Karena arus sungainya deras, maka dari itu pengunjung tidak diperkenankan untuk turun ke bawah disekitar sungai, cukup menikmati dari atas sungai saja. Mengingat keselamatan pengunjung yang menjadi prioritas utamanya, sungai di Obelix Village ini hanya dijadikan sebagai obyek untuk berfoto saja. Disediakan tempat-tempat yang instagramable untuk pungunjung mengambil gambar di sekitar sungai tersebut. Suasana di area sungai tersebut juga cukup mendukung untuk berlama-lama menikmati keindahan sungai tersebut.

Obelix Village 8

Puas menikmati suasana yang teduh di pinggir sungai mulailah rasa haus melanda. Kami menuju di kafe yang masih berada di lokasi Obelix Village ini. Kafe ini bernama Petit Paris Boulangerie. Tempatnya ber-AC jadi sangat menyejukkan bagi kami yang sudah berpanas-panasan diluar. Namun di kafe ini hanya menyediakan aneka macam kopi, teh dan dessert ya. Kalau ingin mencari makanan berat bisa di rumah makan sebelahnya yaitu Kopi Ponti. Kami memesan coffee latte ice, English breakfast ice dan triple chocolate mousse. Untuk olahan kopinya enak. Rasa pahitnya khas dan gula disajikan terpisah jadi kami bisa menuang gula sesuka kami didalam minuman ini. Sedangkan English breakfast ice ini adalah sejenis teh yang diberi rasa buah leci. Rasanya seger lumayan menghilangkan dahaga kami dan suasana tempat ini yang tenang membuat kami nyaman untuk nongkrong disini. Dan rasa manis pada triple chocolate moussenya melengkapi mood kami menjadi lebih bagus karena rasanya tidak terlalu manis walaupun dessertnya dominan dengan cream namun kami tidak merasakan eneg sama sekali. Dari minuman dan dessert yang kami pesan kami habis Rp 72.252 untuk harga segitu bagi kami cukup worth it dengan apa yang sudah kami dapat. Bukan hanya penyajiannya yang menarik tapi suasana tempatnya juga menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Bahkan untuk pramusajinya juga ramah-ramah melayani kami. Disediakan juga tempat oleh-oleh bakpia dari Toko Juara Satoe. Selain menyediakan bakpia, tempat ini menyediakan souvenir yang dapat dijadikan buah tangan bagi keluarga di rumah.

Jadi untuk kesimpulannya Obelix Village adalah tempat wisata yang baru saja dibuka untuk umum yang menyediakan little zoo dan mini garden dengan suasana khas alami pedesaan. Tempat ini cocok dikunjungi untuk keluarga karena tempatnya bersih dan juga ramah lingkungan. Jadi kapan nih mau kesini?