Healing di Pronosutan View, Nanggulan, Kulon Progo

Hai semua, balik lagi nih kami. Kemarin melihat cuaca lagi cerah, kami menyempatkan diri untuk sekedar merefresh otak untuk pergi ke suatu tempat yang di mana tempat tersebut menyuguhkan pemandangan yang berbau nuansa alam. Ketika kami berada di jalan, kami dikelilingi dengan ladang sawah yang sedang ranum-ranumnya tanda siap dipanen. Jarak dari pusat Yogyakarta ke tempat yang kami kunjungi sekitar 22 km. Tempat yang kami tuju berada di daerah Kulon Progo, berada di kawasan Pegunungan Menoreh yaitu di Pronosutan View, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan.

Pegunungan Menoreh ini dikenal sebagai tempat wisata dengan panorama yang indah, konon dalam sejarah pegunungan menoreh ini adalah basis pertahanan Pangeran Diponegoro dengan anak buahnya dalam peperangan Jawa melawan Hindia Belanda. Dalam peperangan tersebut putera Pangeran Diponegoro yaitu Bagus Singlon yang bertugas untuk memimpin perang tersebut. Mereka bertempur di daerah Kulon Progo mulai dari pesisir selatan hingga Bagelan. Hmm cukup jauh juga ya.

pronosutan-view-2

Pronosutan View ini terkenal dengan pemandangan hamparan sawah yang sangat luas, bahkan daerah ini sering disebut oleh wisatawan sebagai Ubudnya Yogyakarta. Jarak tempuh Pronosutan dari Yogyakarta sekitar 1 jam. Memang lumayan jauh ya, tapi kalau sudah berada di lokasi semua lelah saat perjalanan terbayarkan dengan pemandangan yang sangat cantik. Usut punya usut ternyata Kulon Progo ini mempunyai padi dengan varietas unggul ya setara dengan kualitas Rajalele, Mentik Wangi, maupun Mentik Susu. Nama padi tersebut adalah padi Menor kepanjangan dari Melati Menoreh. Melati itu kan identik dengan bunga yang wangi sedangkan Menoreh itu nama tempatnya. Keunggulan padi Menor ini adalah memiliki produktivitas yang tinggi, nasinya pulen, rasanya enak, dan beraroma wangi. Bahkan, varietas ini sudah didaftarkan di Balai Pengkajian Teknologi Pangan (BPTP). Sampai sekarang sudah ada rekomendasi tim untuk melepas varietas Menor menjadi varietas unggul nasional dan sekarang hanya tinggal menunggu SK Menteri. Tak heran kalau daerah Nanggulan ini didominasi dengan sawah yang subur karena tempat ini banyak dialiri oleh beberapa sungai dan sungai terbesarnya adalah Sungai Progo. Nanggulan selain dikenal sebagai penghasil beras yang unggul, di lokasi tersebut juga unggul dengan kopinya lho, yakni kopi Menoreh. Makanya di Nanggulan ini banyak café-café yang hits karena mereka ingin mengenalkan produk lokal dengan kualitas yang tak kalah baiknya dengan produk-produk yang sudah terkenal.

pronosutan-view-3

Dalam kunjungan kami kali ini kami memilih untuk singgah di Mahaloka Paradise dan Iwak Kalen Banyu Bening. Sebenarnya untuk memilih Mahaloka Paradise kami random saja sih karena melihat tempatnya instagramable jadi kami memutuskan untuk mampir di lokasi tersebut. Untuk Mahaloka Paradise menyuguhkan konsep Café outdoor dengan pemandangan sawah dan pegunungan Menoreh. Saat masuk ke Mahaloka Paradise kami membeli tiket masuk dulu seharga Rp 20.000/orang. Tiket itu bisa ditukarkan menjadi minuman dan snack yang sudah tersedia di rak penukaran tiket. Walaupun harganya lumayan mahal namun saat masuk ke cafe tersebut kami disuguhi oleh ornamen-ornamen yang cocok untuk menghabiskan waktu sore kami di sini. Banyak tempat-tempat kece yang bisa digunakan untuk berfoto. Waktu yang pas untuk datang ke café ini adalah pagi dan sore hari. Karena saat siang hari tempat ini panas akibat terik matahari. Di Mahaloka Paradise ini menyewakan skuter listrik bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pedesaan, dengan tarif Rp 15.000/20 menit, Rp 25.000/30 menit, dan Rp 40.000/60 menit. Mahaloka ini beralamat di Pronosutan, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan. Mahaloka Paradise buka dari pukul 07.00 - 19.00. Disarankan saat datang ke lokasi ini jangan saat weekend karena tempat ini menjadi destinasi wisata yang sedang digemari oleh pengunjung.

pronosutan-view-4

Puas menikmati snack dan minuman sambil melihat pemandangan yang keren. Kami mau menyantap makanan di Iwak kalen Banyu Bening. Dari segi namanya saja sudah terlihat kalau tempat ini menyediakan jenis makanan berbau ikan dan khas masakan tradisional. Tidak terlalu jauh dengan Mahaloka Paradise, Iwak Kalen Banyu Bening ini berada di Pamonosutan Kenteng, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan. Rumah makan ini dinamakan Iwak Kalen Banyu Bening karena di area lokasi tersebut terdapat sungai kecil yang arus airnya cukup kencang, jadi tidak perlu musik untuk menemani pengunjung untuk menyantap makanan, cukup dengan hembusan angin dan gemericik air yang syadu sudah membuat kami terlena akan lokasi ini. Terdapat dua warung di lokasi rumah makan ini, yang warung yang di depan menyediakan masakan ikan dan ayam dengan khas bebakaran, sedangkan untuk warung yang di belakang menyajikan menu makanan yang klasik seperti soto dan pecel. Untuk minumannya terdapat kelapa muda dan es kopyor. Saat kami datang ke rumah makan tersebut kami memesan mangut beong, sate udang, balado terong, mendoan bakar, dan jamur crispy. Untuk minumannya kami memesan satu buah kelapa muda dan air mineral. Dengan angin yang semilir dan pemandangan hamparan sawah yang sudah menguning rasanya meminum satu buah kelapa muda sangat cocok untuk menambah kesegaran dan layak untuk menemani makan siang kami. Sekilas info tentang ikan beong, ikan beong ini bentuknya menyerupai ikan lele namun dagingnya lebih tebal dan teksturnya lembut. Terkait gizinya, ikan ini mengandung banyak protein lho. Ikan beong ini memang asli dari Sungai Progo maka tak heran kalau sebagian besar pengunjung dari luar kota ingin menyantap ikan beong, karena ikan beong ini ketersediaanya mulai menipis, jadi harganya juga lumayan mahal.

pronosutan-view-5

Kami mau mereview untuk rasa makanan, overall semua makanan yang sudah kami pesan rasanya tidak mengecewakan mulai dari mangut beong, sate udang, dan balado terong rasanya mantab. Perpaduan rasa antara gurih, pedas dan manisnya semuanya pas. Namun kekurangannya adalah durasi penyajiannya lumayan lama padahal saat kami datang kondisi rumah makannya tidak terlalu ramai. Namun setelah kami menyantap makanannya, kekecawaan kami terbayarkan dengan rasa yang enak dan segar. Semua menu yang kami pesan hanya menghabiskan Rp 84.000. Tidak terlalu mahal ya. Dengan rasa yang enak dan pemandangan serta angin yang semilir, harga segitu worth it.

pronosutan-view-6

Untuk keseluruhan perjalanan kami di Nanggulan mulai dari Mahaloka Paradise dan berakhir ke Iwak Kalen Banyu Bening semuanya terbayarkan dengan keindahan Pegunungan Menoreh, hamparan sawah, serta semilir angin dan makanan yang enak membuat kami ingin mengunjungi destinasi-destinasi yang lain di daerah ini.