Jalan-Jalan Malam di Yogyakarta | Malioboro | Alun-Alun Utara

Halo sobat, bagaimana harimu? Tentunya gembira kan? Kalian kalau sedang liburan ke Yogyakarta, waktu malam kalian digunakan untuk apa? Jalan-jalan ke mall, tidur di hotel, atau sekedar menghabiskan waktu di Malioboro? Kemarin waktu aku menginap di Jogja, akhirnya aku merasakan jalan-jalan ke Malioboro pas malam harinya. Tepat pukul 19.00 malam, aku langsung bergegas jalan-jalan menyusuri trotoar khusus pejalan kaki sepanjang Malioboro sampe ke Alun-Alun Utara. Dan kamu tahu panjang Jalan Malioboro itu jaraknya berapa? Yups hampir 4 km dan itu ga kerasa capek karena di sepanjang jalan banyak banget orang berjualan, mulai dari celana pendek batik, dress batik, gantungan kunci, dan deretan toko-toko yang dijamin bakal bikin kamu kalap. Apalagi sekarang di sana jadi lebih nyaman guys, soalnya di sekitar orang jualan sudah disediakan tempat duduk untuk sekedar nongkrong atau bersenda gurau sama gebetanmu.

nol-kilometer-yogyakarta

Kebetulan kemarin aku ke sana pas hari Jumat guys, pas lagi liburan anak sekolah, jadi rame banget. Bisa dibayangin kalau jalan aja bikin macet sampai bikin susah nafas, apalagi kalau naik motor. Kalau di Malioboro kamu ga perlu takut laper guys, soalnya di sana banyak banget jajanan mulai dari ayam goreng, lele goreng, bebek goreng, sate ayam, soto dan masih banyak lagi terus kalau yang pengen cari makanan tradisional juga ada gudeg, nasi liwet, nasi oseng, dll. Selain itu di Malioboro juga sekarang instagramable guys, banyak sekali spot-spot foto di setiap sudutnya. Nah bagi kamu yang suka berswafoto, dijamin kenanganmu bakalan manis di kota ini, apalagi ditemani dengan orang-orang tersayang.

Setelah itu aku melewati Benteng Vredeburg dan mampir untuk foto --hanya foto diluarnya saja ya guys, aku ga bisa masuk soalnya museumnya sudah tutup. Tempat ini cukup mewakili keindahan Kota Jogja dengan ciri khas bangunan peninggalan Belanda yang sengaja tidak dihilangkan dari unsur klasiknya. Terus di ujung Jalan Malioboro ada sekelompok pemuda yang sedang memainkan alat musik ditambah alunan gamelan yang sedang dibunyikan lewat toa yang tertempel di atas pepohonan yang berjarak beberapa meter. Rasanya syahdu banget walaupun suara kendaraan berlalu lalang namun musik itu mampu mengobati kepenatanku. Lokasi ini disebut dengan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

nol-kilometer-yogyakarta-2

Setelah puas menikmati kawasan titik nol kilometer, aku lalu menuju ke Alun-Alun Utara. Sepanjang jalan menuju alun-alun itu terdapat bangunan-bangunan peninggalan bangunan Belanda guys, mulai dari bank BNI, kantor pos, dan masih banyak lagi. Setelah sampai Alun-Alun Utara, di sana terdapat berbagai tempat nongkrong. Salah satunya adalah tempat minum kopi yang cukup unik, karena di tempat tersebut menyediakan kopi dengan penyajian lain dari yang lain yaitu dengan cara dibalik. Jadi, di bawah gelas disediakan alas berupa piring kecil untuk menopang gelas tersebut, lalu kopi yang sudah siap diseduh di dalam gelas, lalu dibalik. Sehingga cara menikmatinya dengan meminum sedikit demi sedikit di alas piring kecil tersebut. Aku yakin di tempatmu ga bakalan ada minuman kaya gitu. Nama tempatnya adalah Kopi Walik. Pokoknya sepanjang deretan itu semuanya angkringan semua, dan enak banget buat nongkrong sambil menikmati suasana malam dan hembusan angin sepoi-sepoi.

kopi-walik-yogyakarta

Pada akhirnya di tujuanku yang terakhir aku masuk pada warung yang hanya menyediakan wedang bajigur. Jujur aku baru sekali ini minum wedang bajigur. Kalau menurut aku wedang bajigur ini kuahnya perpaduan antara wedang ronde dan wedang asle (minuman khas Solo). Kalau wedang ronde itu kan minuman jahe dengan isian mochi, kacang, dan kolang kaling. Sedangkan wedang asle adalah minuman santan manis dengan isian roti dan agar-agar. Nah, kalau wedang bajigur ini adalah minuman dengan santan yang manis dan dikombinasikan wedang jahe dengan isian roti tawar, agar-agar, tape, dan kolang-kaling.

kopi-walik-yogyakarta

Pertama aku ngrasain rasanya enak banget bikin anget di tubuh dan membuat rasa capek hilang. Pokoknya wajib dicoba! Minuman ini sangat recommended bagi pecinta minuman unik! Setelah menikmati wedang bajigur lalu aku pulang ke hotel dengan naik bentor alias becak motor. Lestarikan keragaman budaya kita dengan menggunakan produk-produk dalam negeri ya guys! Semoga tulisanku ini menginspirasimu, happy holiday, dan sampai jumpa lagi!

Artikel ini disponsori oleh Tripsona, operator wisata terbaik di Yogyakarta.

Avatar photo
Buguma

Travel Blogger and Food Enthusiast

Articles: 23